Saturday, September 1, 2018

Pendalaman Materi Blending Mode Normal dalam Menciptakan Kreasi Foto Yang Menarik

Selamat Datang para calon desainer. Semoga anda telah memahami uraian sebelumnya mengenai Mengenal Blending Mode, nah sekarang yuk kita lanjutkan pembahasannya lebih dalam lagi. Pada kesempatan ini akan di jelaskan mengenai Blending Normal dan contoh penggunaannya. Blending mode ini akan mencitakan warna-warna asli dan natural dari percampuran dua layer. 

Siapkan materi gambar. Untuk materi bisa anda search dan download di om google. Di sini kita akan menggabungkan gambar macan tutul dan gambar pemandangan matahari di senja hari.

Fungsi Blending Mode Normal

Blending mode Normal merupakan pilihan defaul pada panel Layer. Bila Blending mode ini dipilih maka Anda akan mendapatkan tampilan image yang sama seperti tampilan image aslinya. Opsi ini juga bisa Anda gunakan untuk mengembalikan tampilan image ke tampilan original setelah berbagai Blending mode diterapkan pada sebuah image.

Inspirasi Blending Mode Normal

Setelah mengenal fungsi Blending mode Normal dan melihat hasil penggabungan dua image dengan menggunakan Blending Mode tersebut, selanjutnya kita akan menggunakannya untuk membuat sebuah kreasi.

Pada pembuatan kreasi image kali ini, kita akan memadukan penggunaan Blending Mode Normal dengan fitur-fitur lain pada Photoshop.

Inilah langkah-langkah yang akan dilakukan :

1. Bukalah terlebih dahulu dua buah image yang akan digabungkan, sebagai contoh gambar di atas.
2. Selanjutnya, gandakan layer Baground berisi image matahari terbenam dengan cara klik-kanan pada layer Baground di mana ada image matahari terbenam dan pilihlah opsi Duplicate Layer.
3. Pada kotak dialog Duplicate Layer yang muncul, pilihlah tombol OK.
4. Berikutnya, dengan menggunakan Move Tool,  klik dan tarik image binatang ke dalam image matahari tenggelam.
atau bisa dengan cara buka gambar macan tutul lalu klik CTRL+A kemudian CTRL C dan selanjutnya buka Image Pemandangan Mahari terbenam lalu CTRL+V. maka hasilnya seperti gambar di atas.

5. Kembali ke panel Layers, geserlah slider Opacity sampai di posisi 55%

6. Lantas pilih menu Edit > Free Transform.

7.  Kemudian klik handle di sudut image binatang dan tariklah ke arah luar sehingga memiliki ukuran  yang sama dengan image matahari terbenam.

8. Jika sudah, klik ikon Commit di Options Bar. Icon Commit Seperti yang di lingkari merah.

9. Beralih ke dalam panel Layers, klik ikon Add Mask yang berada di bagian bawah panel tersebut.

10. Lalu geser pula slide Opacity sampai kembali ke posisi 100%

11. Setelah itu, beralihlah ke Toolbox dan pilihlah Eraser Tool.

12. Lantas pilih brush Chalk 23 px di Option Bar.
13. Selanjutnya, sapukan kursor di kanvas untuk menghapus latar belakang image binatang sehingga nantinya akan menyisakan objek binatang saja.

14. Sementara itu, untuk bagian bulu-bulu biantang, sapukan kursor ke arah luar sehingga bagian bulu-bulu tersebut tidak terhapus secara merata namun bergigi mengikuti bentuk bulu.

15. Ulangi langkah di atas hingga yang tersisa hanyalah objek binatang dan kayu tempat bertengger saja.

16. Jika sudah, pilihlah menu Image>Adjustment>Exposure.
17. Pada kotak dialog Exposure yang muncul, geserlah slider Exposure, Offset, dan Gamma Correction sambil melihat perubahan yang terjadi.


18. Jika sudah, pilihlah OK untuk melihat hasilnya.

19. Berikutnya, pilihlah menu Filter > Blur - Gausian Blur.

20. Pada kotak dialog Gausian Blur yang muncul, geserlah slinder Radius sampai di posisi 1.5 pixels.


21. Sesudah itu pilihlah Tombol OK.
Inilah hasil akhir pembahasan lengkap tentang Penggunaan Blending Mode Normal. Semoga Bermanfaat. Selanjutnya bahasan mengenai Blending Mode Dissolve.
Readmore → Pendalaman Materi Blending Mode Normal dalam Menciptakan Kreasi Foto Yang Menarik

Friday, August 31, 2018

Mengenal Blending Mode dan Fungsi Normal, Dissolve, Darken, Multiply, Color Burn, Linear Burn, Darker Color, Lighten, Screen, Color Dodge, Linear Dodge

Blending mode merupakan salah satu fitur Photoshop yang menarik untuk disimak dan dipelajari karena dengan blending mode, kita dapat menciptakan efek-efek unik dari perpaduan dua gambar atau lebih di dalam panel Layers. Dengan Blending mode pula, efek-efek warna yang dramatis dapat diciptakan yang tidak mungkin dapat dibuat oleh hasil bidikan kamera semata.

Sebelum anda belajar lebih jauh tentang Blending mode serta beragam manfaat dan cara penggunaannya, dalam pembahasan ini akan dijelaskan sekilas tentang apa yang di katakan dengan Blending mode.

Mengenal Beragam Blending Mode


Salah satu fitur Adobe Photoshop yang bisa digunakan untuk melakukan mix and match beberapa layer atau gambar, memperbaiki warna, serta menghasilkan efek tertentu pada layer adalah blending mode. Blending mode juga ditemukan di software desain grafis dan photo editing lainnya, seperti Gimp dengan fungsi dan cara pakai yang sama sehingga jika Anda bekerja dengan menggunakan beberapa software maka pengertian tentang Blending mode yang sedang dibahas ini akan sangat berguna untuk mengoperasikan software-software itu.

Untuk mendukung penggunaan blending modes, Photoshop menyediakan fitur ini di beberapa tempat, menempel dalam beragam fitur, seperti di dalam panel Layers, jendela Layer Style, dan pada toolbar ketika Anda mengaktifkan tool-tool editing, seperti Brush Tool, Spot Healing Brusss Tool, Clone Stamp Tool, dan lain sebagainya. Namun, fokus pembahasan pembelajaran kita pada kesempatan ini adalah pada Blending modes yang berada di dalam panel Layers.

Ada 25 Blending mode yang bisa di gunakan di dalam panel Layers, yakni Normal, Dissolve, Darken, Multiply, Color Burn, Linear, Lighter Color, Overlay, Soft Light, Hard Light, Vivid Lights, Linear Light, Pin Light, Hard Mix, Difference, Exclusion, Hue, Saturation, Color, dan Luminosity.


Cara Kerja dari blending modes sendiri menurut pengembang Adobe Photohop sebenarnya cukup sederhana, yakni dengan melakukan blending atau pencampuran antar warna pada satu layer dengan layer lain yang ingin dicampurkan. Jika Anda hanya ingin memberikan efek ini pada satu layer, maka blending mode akan secara otomatis memberikan warna blend-nya sesuai dengan blending mode yang di pilih.

Photoshop membagi urutan kerjanya ke dalam tiga proses:
  1. Base Color. Warna dasar gambar atau layer itu sendiri, biasa disebut dengan original color.
  2. Blend Color. Warna tumpukan dari layer baru atau blending mode yang dipilih dengan layer sebelumnya. Pada perpaduan dua layer, warna ini terletak pada layer yang berada di urutan atas dengan warna-warna yang digunakan sebagai warna dasar.
  3. Result Color. Hasil dari campuran warna yang telah diolah menggunakan Blending mode.
Namun demikian, untuk ukuran gambar 32-bit, tidak semua Blending mode bisa digunakan. Jadi, untuk gambar berkedalaman 32-bit, Anda hanya bisa berkreasi dengan Blending mode Normal, Dissolve, Darken, Multiply, Lighten, Linear Dodge, [add], Difference, Hue, Saturation, Color, Luminosity, Lighter Color, dan Darker Color.

Fungsi Blending Mode

Umumnya, Blending modes digunakan untuk memberi efek spesial secara cepat pada layer atau bisa juga pada dua layer yang telah digabungkan sehingga nantinya muncul efek warna baru yang diinginkan. Bahkan, teknik pengeditan dan pengolahan foto digital pun tak jarang menggunakan fasilitas ini untuk memperbaiki kualitas foto tersebut.

Anda bisa langsung menambahkan Blending modes pada layer yang Anda inginkan atau pada layer yang sebelumnya telah Anda gabungkan untuk menghasilkan efek-efek baru yang unik serta menarik.

Tampilan gambar yang akan digabungkan
Tampilan gambar yang akan digabungkan

Fungsi dari beragam Blending mode yang ada di dalam panel Layers dapat Anda simak dalam uraian berikut :

Normal
Merupakan default Blending mode yang bisa digunakan untuk menghasilkan warna original. Mode ini biasa disebut dengan istilah Threshold ketika Anda bekerja dengan gambar bitmap atau index color image.
Normal

Dissolve
Menghasilkan perubahan warna yang muncul seperti efek noise tergantung nilai Opacity dan lokasi pixel.
Dissolve

Darken
Menghasilkan unsur warna gelap pada campuran layer, namun dengan kapasitas yang lebih rendah dari penggunaan blending model Multiply.
Darken

Multiply
Menghasilkan darker color atau warna-warna-warna yang lebih gelap dengan kapasitas gelap yang lebih tinggi dibandingkan blending mode Darken.
Multiply
Multiply

Color Burn
Merefleksikan warna campuran dengan cara meningkatkan kekontrasannya. Jika Anda memasukkan warna putih maka tidak akan terjadi pada gambar sebelumnya.
Color Burn
Color Burn

Linear Burn
Merefleksikan warna campuran dengan cara menurunkan tingkat brighness. Blending dengan warna campuran putih tidak akan menghasilkan peruban apapun.
Linear Burn
Linear Burn

Darker Color
Membandingkan nilai total dari seluruh blend dan base color, kemudian menampilkannya ke dalam nilai warna paling rendah atau biasa disebut lower value color.
Darker Color
Darker Color

Lighten
Menghasilkan lighter color atau warna-warna yang lebih terang yang merupakan perpaduan warna antara kedua layer yang telah digabungkan.
Lighten
Lighten

Screen
Memiliki fungsi sama seperti blending mode Lighten, tetapi dengan nilai lighter yang lebih tinggi. Proses kerja dari blending mode Lighten dan Screen sendiri merupakan kebalikan dari Color Burn dan Linear Burn.
Screen
Screen

Color Dodge
Berlawanan dengan Color Burn, Color Dodge merefleksikan blend color dengan menurunkan tingkat kekontrasannya.
Color Dodge
Color Dodge

Linear Dodge (Add)
Jika ingin menghasilkan perpaduan warna dengan meningkatkan brigthness, Anda bisa memilih Linear Dodge (Add) yang merupakan kebalikan dari Linear Burn.
Linear Dodge (Add)
Linear Dodge (Add)

Lighter Color
Membandingkan nilai total dari seluruh blend atau warna pencampur dan base color atau warna dasar yang merupakan warna yang akan dicampur. Kemudian menampilkannya ke dalam nilai warna paling tinggi atau sering diistilahkan higher value color.
Lighter Color
Lighter Color

Overlay
Perpaduan warna yang muncul akan menghasilkan efek terang atau gelap sesuai dengan warna dominan dari percampuran kedua layer yang telah digabungkan.
Overlay
Overlay

Soft Light
Memiliki fungsi yang hampir sama dengan Overlay, tetapi dengan tingkat lightness dan darkness yang lebih halus dibandingkan kedua Blending mode tersebut.
Soft Light
Soft Light

Hard Light
Untuk mendapatkan tingkat kekontrasan warna yang lebih tinggi daripada Overlay. Anda bisa menggunakan Hard Light.
Hard Light
Hard Light

Vivid Light
Blending mode ini merupakan kombinasi daro Color Burn dan Color Dodge. Untuk mempergelap warna gambar, Blending mode ini melakukannya dengan meningkatkan kontras, sedangkan untuk memperterang warna, Blending mode ini menurunkan tingkat ke kontrasannya.
Vivid Light
Vivid Light

Linear Light
Memiliki cara kerja yang sama dengan Vivid Light, namun dengan tingkat kontras yang lebih rendah.
Linear Light
Linear Light

Pin Light
Merupakan Blending mode kombinasi dari Darken dan Lighten sehingga bisa menghasilkan efek campuran warna yang uniik.
Pin Light
Pin Light

Hard Mix
Menghasilkan warna campuran dengan tingkat kekontrasan sangat tinggi sehingga terkadang jika warna dominannya gelap, akan muncul tingkat darkness yang tinggi pula. Namun, jika Anda lakukan tanpa adanya penggabungan warna maka akan menghasilkan tingkat warna asli gambar yang cukup jelas.
Hard Mix
Hard Mix

Difference
Salah satu Blending mode yang bisa menghasilkan warna-warna menarik dari percampuran warna original dan blend-nya adalah Difference. Output dari mode ini tergantung dari warna-warna yang ada di dalam gambar original dan campurannya.
Difference
Difference

Exclusion
Cara kerja dari mode ini sama dengan Difference, hanya saja tingkat output yang dihasilkannya lebih rendah sehingga warna yang muncul menjadi lebih terang.
Exclusion
Exclusion

Substract
Menghasilkan warna kontras yang unik.
Substract
Substract

Devide
Menghasilkan warna cerah
Devide
Devide

Hue, Saturation, dan Luminosity
Ketiga blending ini biasa disebut dengan HSL karena menghasilkan efek yang sama dengan Normal ketika digunakan pada satu layer. Namun, jika Anda pakai pada layer yang telah digabungkan hasilnya akan berbeda karena ketiganya akan memberikan warna blend sesuai dengan mode yang dipilih, yakni Hue, Saturation, atau Luminosity.
Hue
Hue
Saturation
Saturation

Luminosity
Luminosity

Color 
Menghasilkan output color yang lebih kuat dari penggunaan Blending mode berjenis Hue. Blending ini merupakan kombinasi dari base color dengan blend color dari Hue dan Saturation.
Color
Color

Nah sampailah kita di penghujung penjelasan tentang Blending Mode dan Fungsi-fungsinya. Semoga Anda bisa mempraktekannya. Kunci keberhasilan adalah selalu istiqamah dalam melakukan sesuatu. Jika Anda sering mempraktekan di jamin pasti bisa.

Materi Selanjutnya Mempelajari dan Praktek Lebih dalam tentang Fungsi Blending Mode Normal
Readmore → Mengenal Blending Mode dan Fungsi Normal, Dissolve, Darken, Multiply, Color Burn, Linear Burn, Darker Color, Lighten, Screen, Color Dodge, Linear Dodge

Thursday, August 16, 2018

Menggabungkan Tanda Tangan dengan Stempel Dalam Satu Berkas Dokumen

Cara menggabungkan tanda tangan dan stempel, pada bahasan kali ini admin akan paparkan teknik menggunakan photoshop dalam hal penggabungan tanda tangan dan stempel. Agar pekerjaan desainer bisa lebih cepat serta maksimal proses penggabungan ini, namun yang paling penting kawan sudah menyiapkan semua filenya, yaitu tanda tangan juga stempel.

Dalam kasus verifikasi berkas maupun sertifikat, peran tanda tangan maupun stempel sangatlah penting. karena keduanya adalah bukti sah yang dipadukan untuk memberikan antara manual dan otomatis. tapi apa jadinya, jika suatu saat kita membutuhkannya namun salah satu dari keduanya tidak ada. misalkan kita memiliki stempel namun si penanda tangan tak ada ditempat. 

Solusinya adalah minta ijin dulu sama orang yang berhak tanda tangan. jika beliau mau, maka ambil saja file yang pernah ia tanda tangani kemudian gabungkan dengan file stempel yang kita punya. simeplkan. berikut contohnya"

Agar tidak memakan waktu, langsung saja dipelajari baik-baik yah.
Cara Gabungkan Tanda Tangan dan Stempel dengan Photoshop
Sebelum memulai tutorial, sobat harus persiapkan dulu nih file pentingnya:
File stempel dalam format png (transparan). kalau belum ada bisa buat sendiri, bisa lihat disini "cara membuat stempel di photoshop". jika file stempelnya berada pada berkas yang sudah di scan, coba cara ini untuk mengambilnya "Cara mengambil tanda tangan dan stempel di photoshop".
File tanda tangan dalam format png (transparan). kalau belum ada, bisa buat sendiri atau tiru tanda tangan lewat cara berikut "cara membuat tanda tangan digital di photoshop"
Jika semua filenya sudah ada, maka lanjutkan ke tahap penggabungannya.

1. Buka Aplikasi  Photoshop. disini saya hanya memakai photoshop cs6, semua versi bisa kok. pergi ke menu File - New (Ctrl N). berikan ukuran 1000 x 1000 pixels, 72 Pixels/inch. 

2. Pergi lagi ke File - Place, kemudian cari file stempel - Open. kalau baru masuk tuh pasti diberikan pengaturan ukuran, silahkan kalau mau perbesar atau perkecil, kemudian tekan Enter.

3. Setelah itu, gunakan cara yang sama seperti diatas untuk membuat file tandan tangan. ingat yah, letak layer tandan tangan berada dibawah layer stempel. cukup drag saja posisinya pada layer panel. atur posisi kedunya dengan Move Tool (V). kalau ada ukuran yang belum pas, atur lagi pakai Ctrl T.

4. Kalau sudah fix, hapus layer Background paling bawah. jadi kelihatannya sekarang sudah transparan. selanjutnya tinggal disave.

5. Pergi ke menu File - Save as. berikan nama dan Format pilih "PNG", Save.

Penerapan Stempel dan tanda tangan format png pada berkas di Microsoft Word
Kalau berkas sobat masih dalam format word, silahkan langsung drag gambar png yang sudah kita hasilkan diatas kedalam word. klik kanan pada gambar - Format Picture - Layout - Behind Text. kemudia aturlah posisi dimana dia akan ditempatkan. selebihnya berikan ukuran sesuai keinginan kalian.

Penerapan Stempel dan tanda tangan format png pada berkas sudah discan dalam bentuk jpg atau pdf
Kalau ingin menaruh stempel dan tandan tangan tersebut ke file yang sudha discan,silahkan gunakan photsohop.

Disini saya anggap filenya berbentuk "Jpg". buka file berkas tersebut di photoshop. kalau sudah terbuka, pilih File - Place - Cari gambar stempel dan Open. aturlah ukurannya, bisa pakai Ctrl T. setelah atur lagi posisinya. terakhir Save as - pilih format Jpg. selesai.

Okay, saya rasa langkah-langkah diatas sudah cukup. jika masih ada yang ingin di tanyakan, jangan sungkan. Insya Allah akan dijawab. jangan lupa baca tutorial photoshoplainnya:

Cara import data excel ke photoshop

Cara menghapus tulisan tanpa merusak background pada photoshop

Sekian dulu yah, terima kasih banyak sudah mau mampir. semoga bisa menjadi ilmu baru untuk sobat semua. Assalamualaikum.
Readmore → Menggabungkan Tanda Tangan dengan Stempel Dalam Satu Berkas Dokumen

Monday, May 1, 2017

Membuat Text Illusion, Foto Close Up Tersusun dari Serangkaian Huruf-Huruf

Membuat Text Illusion


Pada kesempatan kali ini, Anda akan di ajak untuk mengutak-atik foto close up yang akan ditutupi dengan tulisan-tulisan, sehingga menjadi seolah-olah gambar tersusun dari serangkaian huruf demi huruf. Untuk latihan ini, Anda akan menyusun teks berdasarkan area gelap dan terang pada gambar.

Langkah-langkah Membut Text Illusion

1. Bukalah foto yang Anda miliki, Foto yang disarankan yaitu foto yang memiliki kontras gelap-terang, seperti foto hitam putih, karena foto jenis ini memiliki pembagian gelap-terang lebih jelas. Foto warnapun tidak jadi masalah.
2, Gandakan atau Duplikat layar Bacground dengan menekat Ctrl+J
3. Pastikan Layer 1 (Baground Copy) aktif. Tekan Ctrl+shift+U untuk mengubah warna pada layer tersebut menjadi Grayscale, atau pilih menu Image > Adjustment > Desaturate.

4. Selanjutnya, tekan Ctrl+Shift+L untuk menampilkan perintah AutoLevels pada gambar.

5. Selanjutnya, pilih menu Image > Adjusment > Exposure. Atur gambar sesuai dengan gambar kotak dialog Exposure berikut.

6. Klik OK maka warna hitam dan putih pada gambar akan terlihat kontras.

7. Bukat Notepad di Start > All Program > Acessories > Notepad. Tulis beberapa paragraf.

8. Seleksi semua tulisan dalam Notepad dengan menekan Ctrl+A. Selanjutnya, copy teks dengan cara klik kanan lalu copy, atau tekan Ctrl + C


9. Buka kembali jendela photoshop. Aktifkan Horizontal Type Tool   T  dan buatlah teks area seperti yang terlihat pada gambar.

10. Tekan Ctrl+V untuk metelakkan teks yang telah dicopy dari Notepad ke dalam teks area yang telah dibuat tadi.

11. Tampilkan palet Character dari menu Windows > Character, kemudian atur Font Style, Size, Leading dan Tran Tracking.
Lakukan terus Ctrl+V hingga teks menutupi gambar.
12. Klik Paragraph pada palet Character. Pilih Justify All untuk perataan teks.

13. Gandakan layer teks dengan menekan Ctrl+J, untuk memberi warna teks yang berbeda.
14. Ganti warna teks menjadi abu-abu.

15. Gandakan kembali layer teks dengan menekan Ctrl+J. Ganti warna teks menjadi putih.

Dengan demikian, ada tiga teks dengan warna yang berbeda. Teks pertama diberi warna hitam, teks kedua diberi warna abu-abu, dan yang ketiga diberi warna putih.

16. Ganti nama layer teks dengan cara klik ganda pada layer tersebut. Beri nama sesuai perintah untuk mempermudah Anda dalam proses mengerjakan latihan.


17. Selanjutnya, klik kanan pada layer shadow, pilih Rasterize Type. Lakukan hal yang sama pada layer midtones dan highligt.

18. Sembunyikan layer shadow, midtones dan highlight, lalu aktifkan layer 1.

19. Klik menu Select > Color Range. Dalam kotak dialog Color Range, pilih Select: Shadows dan Selection Preview: Grayscale. Proses ini untuk menyeleksi waran hitam pada gambar layer.

20. Klik OK maka warna gambar yang hitam akan terseleksi dengan ditandai garis putus-putus berjalan seperti semut.

21. Aktifkan layer shadow, lalu klik tombol Add Layer mask.

22. Lakukan hal yang sama pada layer midtones dan highlight. Akan tetapi pada bagian Select, pilih Select: Midtones untuk layer midtones, dan Select: Highlights untuk layer highlight (sesuaikan dengan nama).


Untuk midtones, area yang terseleksi menunjukan warna abu-abu, yang nati akan digantikan dengan teks yang telah diberi warna abu-abu.


Lakukan penambahan mask pada layer midtones.











Readmore → Membuat Text Illusion, Foto Close Up Tersusun dari Serangkaian Huruf-Huruf